Change Your Soul, Change Your Life!

TAK sedikit yang bilang, kecerdasan laduni sukar dicari. Alih-alih demikian, dalam terminologi klasik ditegaskan bahwa kecerdasan laduni adalah ilmu pemberian Tuhan yang diperoleh tanpa melalui proses belajar. Konsepsi ini lantas menafikan piranti metodologis kecerdasan, sehingga tak jarang mendorong timbulnya perilaku irasional, mistis, atawa klenik.

Sejumlah literatur kontemporer pun acapkali menopang konsepsi tersebut. Taruhlah contoh, Aktivasi Ilmu Laduni (Ilmu Ajaib Cerdas Seketika, Cara Pintar Tanpa Bekerja Keras) yang ditelorkan Rizem Aizid. Karya Rizem tak beranjak dari pembahasan normatif-doktrinal. Ia sekadar merajut serpih-serpih pemikiran tradisionalis hatta susah ditemukan unsur kebaruan.

Berbeda halnya bila menilik buku Laduni Quotient. Buah pena Ilung S. Enha ini hendak membongkar mistisme ilmu laduni. Laduni Quotient (LQ) sesungguhnya merupakan kecerdasan pemikiran yang bersifat ruhaniah. LQ tak datang dengan tiba-tiba. Dan, Ilung dengan trengginas membabar segugus piranti metodologis dalam upaya pencapaian LQ.

Kinerja LQ tak saja memerlukan optimalisasi dari potensi otak, melainkan pula dengan mendayagunakan akal, melipatgandakan potensi hati, hingga merambah ke wilayah ruh-ruhaniah. Itulah sebabnya, kecer­dasan laduni tak mungkin tumbuh hanya dengan meng­gu­nakan potensi berpikir, namun juga dengan mendayagunakan potensi berzikir. Dengan menggabungkan kedua potensi itu serta dipadukan dengan getaran wirid dan kebeningan doa kecerdasan laduni akan tumbuh pada jiwa seseorang.

Bila dikaitkan dengan konsepsi kecerdasan yang selama ini telah diakrabi semisal Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), Spiritual Quotient (SQ), dan Emotional Spiritual Quotient (ESQ), Laduni Quotient (LQ) yang didedahkan Ilung mengisi celah-celah kekosongan paradigmatik-eksistensial yang ditanggalkan.

Konsepsi kecerdasan itu masih mengabaikan ruang ruhani dengan segala perangkatnya (dzauq, aql, shadr, fu’âd, qalb, bashîrah, dan lubb) yang beroperasi di wilayah hati. Karena itu, takkan sanggup mengungkap kebenaran realitas dengan se­benar-benarnya dan seterang-terangnya. Apalagi arus globalisasi dan teknologi informasi yang terus bergelombang acapkali menciptakan pusaran persoalan yang pelik. Tak jarang manusia tiba-tiba tergeragap. Menyadari betapa akal buntu berpikir dan bebal. Emosi pun liar serupa daun kering yang mudah terbakar. Sampai-sampai terombang-ambing di tengah ketidakpastian.

Fenomena ini sering menghantui masyarakat modern di tengah realitas serba-tak-terduga (hiperrealitas). Potensi kecerdasan IQ, EQ, SQ, dan ESQ tak mampu lagi menjadi sandaran. Untuk itu, dibutuh­kan sebuah logika yang lebih luas dan lebih dalam dari itu. Dan, pada ruang inilah karya monumental Ilung S. Enha menemukan signifikansinya. Dengan gemulai, Ilung menabalkan konsep Laduni Quotient (LQ). Sebab, logika laduni merupakan pengejawantahan dari kecerdasan ruhaniah yang merupakan puncak akumu­lasi dari logika rasional, logika intuitif, dan logika spiritual.

LQ mengusung misi memadukan perangkat kecerdasan otak dan perangkat kecerdasan hati, untuk kemudian dihu­bung­kan ke pusat atmosfir energi ruh. Sebab, untuk dapat mem­fungsi­kan LQ dibutuhkan energi yang sangat besar. Sedangkan energi yang berkumpar di dalam hati, masih kurang mencukupi. Apalagi sekadar energi yang terkandung di dalam otak manusia.

Di ruang pusat atmosfir energi ruh terkandung segala bentuk energi yang dibutuhkan bagi keberlangsungan hidup ma­nusia dan guna mempercepat proses kecerdasan. Tak hanya ener­gi kecerdasan yang tersimpan di sana, melainkan juga ener­gi kesadaran, energi kekuatan, energi kecermatan, energi perce­pat­an, energi kesabaran, energi keikhlasan, energi gerak yang tiada kenal putus asa, energi niat dan kesungguhan, energi ino­vasi, energi hening dan kebeningan, serta sederet energi-energi lain yang bisa diurai sendiri.

Buku ini akan membuka cakrawala baru mengenai kecerdasan laduni. Dengan piawai, Ilung menyusuri kanal-kanal hampa yang dilalui IQ, EQ, SQ, dan ESQ. Wacana kecerdasan laduni tidak sekadar dihamparkan, akan tetapi dikaji dengan kritis untuk direkonstruksi, sehingga kesan kecerdasan laduni yang rumit dan berbelit-belit segera tumbang. Inilah kontribusi Ilung yang laik diapresiasi. Di tangan Ilung, kecerdasan laduni yang dianggap sebagian orang sebagai sesuatu yang berat menjadi ringan dan begitu santai dipahami.

Maka, tepatlah sekira Jalaluddin Rakhmat dalam sepercik sambutan menegaskan bahwa neuroscience selama puluhan tahun melacak asal usul jiwa pada otak – pada materi yang bisa diamati dan karena itu bisa diukur. Semboyan mereka ialah Change  your brain, Change your mind. Penelitian mutakhir membawa neuroscience kepada arah baru: Change your mind, change your brain. Dengan mengubah pikiran, Anda dapat mengubah struktur otak Anda, memangkas atau melahirkan neuron-neuron baru.  Di balik pikiran ada jiwa. Ilung S. Enha telah mencoba masuk ke arah baru ini. Ia mengajak Anda untuk mengubah jiwa Anda dan akhirnya mengubah hidup Anda. Change your soul, Change your life! []

Judul Buku      : Laduni Quotient (Model Kecerdasan Masa Depan)

Penulis             : Ilung S. Enha

Penerbit           : Kaukaba, Yogyakarta

Cetakan           : Pertama, Juni 2011

Tebal               : 192 halaman

Harga              : Rp. 27.000,-

 

 

*) Saiful Amin Ghofur, Redaktur Jurnal Millah MSI UII Yogyakarta.

*) Digunting dari Jawa Pos, 5 Juni 2011

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s