Mengenal KH. Arief Hasan [3]

Menimba Ilmu di Tebuireng

SELEPAS dari Pereng Sepanjang Sidoarjo, menginjak usia 16 tahun, pada tahun 1933 Arief dipondokkan ke Pondok Pesantren Tebuireng Jombang untuk menimba ilmu kepada Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, seorang kiai senior santri Mbah Kholil Bangkalan yang di kemudian hari dikenal sebagai the founding father organisasi sosial-keagamaan terbesar di Indonesia, bahkan di dunia, yaitu Nahdlatul Ulama’.

Ide memondokkan Arief selain hasil musyawarah keluarga, juga merupakan saran dari Markawi, sahabat karib Kiai Hasan, beberapa waktu setelah prosesi khitan Arief dilangsungkan. Uniknya, Arief mau dikhitan selama karibnya, Khumaidi, bersedia menemani sepanjang waktu. Akhirnya, Khumaidi ikut mengantarkan Arief menuju tempat khitanan. Setelah itu, tibalah saatnya Arief berpisah dengan Khumaidi. Arief mondok di Tebuireng, sedangkan Khumaidi meneruskan pendidikan di Beratkulon.

Dengan diantar langsung oleh Kiai Hasan,  juga beberapa kerabat lainnya, termasuk Markawi, Arief berangkat ke Tebuireng. Sesampai di Tebuireng terjadi insiden kecil. Sewaktu Kiai Hasan menghadap Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, Arief pamit jalan-jalan  untuk melihat suasana pesantren. Tapi tak dinyana, ketika itu pengurus sedang mencari seorang anak bernama Arief karena melakukan suatu pelanggaran terhadap peraturan pesantren. Mungkin karena kebetulan namanya sama, Arief menurut saja ketika dibawa pengurus. Fatalnya lagi, pengurus yang ditugasi mencari seorang anak bernama Arief belum benar-benar mengenalnya.  Karena kepolosannya, Arief pun manut ketika dita’zir: dimasukkan kamar mandi. Tak ayal, suasana gempar. Ternyata, pengurus salah tangkap. Alamak!

Setelah duduk persoalan dijelaskan akibat kesalahpahaman, oleh Kiai Hasan, Arief dititipkan kepada Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari dan ditempatkan satu kamar dengan Kiai Salim dari Kertosono. Kiai Salim inilah yang banyak menjalin interaksi dengan Arief. Ia selalu membimbing dan mengawasi proses belajar yang ditekuni Arief.

Di Pondok Tebuireng, Arief mulai menekuni kaidah-kaidah dasar ilmu bahasa Arab, seperti nahwu, sharaf, dan balaghah.  Pelan-pelan Arief menghafal kitab-kitab dasar penunjang semisal Imrithi, Alfiyah Ibn Malik, Amtsilat at-Tashrif, dan sebagainya. Kebiasaan Arief yang agak nyentrik adalah gemar menghafal kitab-kitab tersebut sembari duduk santai di atas pohon. Barangkali, angin yang berkesiur pelan menerpa daun dan dahan menjelma sebagai energi kreatif yang ampuh untuk menghunjamkan bait-bait hafalan ke dalam ingatan.

Selain menghafal kitab-kitab nazam tersebut, diam-diam Arief juga menghimpun Al-Qur’an ke dalam ingatannya. Bisa jadi karena ketekunan dan kecerdasan serta ditunjang oleh kekuatan riyadhah, baik dengan menjalankan puasa sunnah maupun istiqamah bangun malam untuk salat tahajud ketika sebagian besar teman-temannya di Pondok Tebuireng terlelap dalam tidur yang senyap, Arief mampu merampungkan hafalan Al-Qur’an dalam tempo yang relatif singkat, kurang lebih enam bulan. Subhanallah! Ini prestasi tersendiri yang amat membanggakan sebab tercatat sebagai santri yang tercepat dalam menghafalkan Al-Qur’an.

Selain belajar di bawah pengawasan Kiai Salim, Arief juga sering belajar langsung di bawah bimbingan Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari. Lazimnya belajar di pesantren, Arief aktif mengikuti pengajian yang diampu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari dengan sistem bandongan. Kadang memakai dampar (bangku kecil sebagai alat penyangga kitab), namun sekali waktu bersimpuh dan meletakkan kitab di atas pangkuannya. Selain itu, Arief juga sering mengaji langsung kepada Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari dengan sistem sorogan. Dengan persiapan penuh, Arief membaca dan memaknai sebuah kitab langsung di hadapan Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari. [bersambung]

Sumber: Saiful Amin Ghofur, Jejak Keteladanan KH. Arief Hasan, (Yogyakarta: Kaukaba, 2009)

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s