Milis Untuk Bisnis

AWAL 1980-an Pusat Ilmu Komputer Universitas Indonesia (PIK-UI) mencatatkan diri sebagai pencipta mailing list [milis] pertama di Indonesia. Waktu itu PIK-UI memiliki sebuah script yang bisa mengirim pesan [email] ke semua staf. Tiga tahun kemudian Johny Moningka dan Jos Luhukay berhasil mengembangkan perangkat pesan berbasis Unix dan Ethernet. Hingga dasawarsa 90-an penggunaan milis di Indonesia meningkat pesat.

Rahmat M. Samik-Ibrahim, ahli komputer UI sekaligus salah seorang pelopor internet di Indonesia, mencatat setidaknya ada tiga faktor yang menandai maraknya penggunaan milis di Indonesia ketika itu. Pertama, ketersediaan perangkat keras seperti modem dan personal komputer yang memadai sejak pertengahan 1980-an. Kedua, dinamika kegiatan komunitas di Indonesia yang mulai bereksperimen dalam penggunaan perangkat keras tersebut. Dan ketiga, komunitas Indonesia di luar negeri, terutama pelajar, mulai menggunakan email untuk berkomunikasi.

Sehingga menjelang akhir 1980-an muncul milis The Indonesian Development Studies (Syracuse, 1988) UKIndonesian (UK, 1989) Indoznet (Australia, 1989), Isnet (1989), Janus (Indonesian@janus.berkeley.edu) dan Apakabar yang sempat memicu kontroversial.

Kini, milis di Indonesia sudah semakin berkembang. Tidak hanya komunitas formal dan besar, kelompok diskusi kecil pun bahkan punya milis sendiri. Data di situs http://indonesian.elga.net.id/milis.html menyebutkan setidaknya terdapat 149 milis yang host di server sendiri dan lebih dari 400 milis dari Indonesia tercatat di database Yahoo Group.

Dari segi topik dan materi, memang milis tersebut semakin variatif. Wajarlah sebab pembentukan milis tersebut berangkat dari tujuan yang berbeda: berdasarkan komunitas, kelompok diskusi, topik, produk dan hobi. Intinya, milis tersebut memiliki kepentingan-kepentingan tertentu. Namun sayangnya, relatif sedikit group milis tersebut yang berhasil dimanfaatkan secara maksimal. Lagipula, layanan milis yang kemampuannya sangat besar dan bisa didapat secara cuma-cuma masih jarang digunakan untuk kepentingan bisnis.

Padahal, Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia menunjukkan tak kurang dari  9 juta orang saat ini tercatat sebagai pengguna aktif jasa internet. Data ini dapat dipahami betapa tingkat apresiasi dan partisipasi masyarakat Indonesia yang cukup tinggi terhadap perkembangan teknologi informasi berupa internet. Bisa dipastikan, ke depan jumlah pengguna internet itu akan terus bertambah dari waktu ke waktu.

Buku karya Arwin Soelaksono ini mencoba mendesakkan pengetahuan perihal signifikansi milis bagi dunia bisnis. Layanan milis sesungguhnya bisa menjadi sebuah layanan ekonomis bila semua fitur-fitur milis telah dikuasai. Bahkan prospek milis sangat menjanjikan sebagai salah satu media promosi sebuah bisnis.

Alumnus fakultas Teknik Universitas Indonesia ini telah membuktikan petualangan bisnisnya di dunia maya. Diakuinya sendiri bahwa tugas-tugas yang diembannya di sebuah perusahaan swasta terkenal di Jakarta sebagai kepala di bidang promosi telah menuai hasil yang menggembirakan berkat penggunaan jasa layanan milis. Kini ia bahkan memiliki 6 group milis, menjadi moderator dari 9 group milis dan tercatat sebagai member di lebih dari 200 group milis.

Berdasarkan pengalaman di dunia maya lebih dari lima tahun, buku ini didesain sedemikian rupa agar semakin banyak orang yang menggunakan milis untuk kepentingan bisnis. Setidaknya mampu mengenali karakter milis-milis yang telah ada dan masuk menjadi member-nya. Dalam buku ini juga disertakan cara-cara membuat milis.

Untuk itu, empat bab dalam buku ini sengaja disajikan secara runtut. Bab pertama mengetengahkan pengertian dasar milis secara umum. Di sini Arwin memaparkan kiat-kiat memilih dan menilai milis-milis yang tengah menjamur dewasa ini. Arwin menjelaskan kriteria-kriteria milis-milis yang cocok untuk mempresentasikan bisnis. Bab kedua terkait dengan strategi bisnis. Pada bagian ini diberikan cara untuk melakukan posting, sekaligus memberi peringatan untuk berhati-hati supaya tidak melakukan kesalahan dalam berinteraksi di milis.

Bab ketiga menyajikan mekanisme membuat milis sendiri serta strategi menjaring banyak member untuk turut bergabung di dalamnya. Sedangkan bab keempat memaparkan ukuran kesahihan dalam memberi penilaian dari group milis disertai contoh-contoh milis yang telah sukses.

Meskipun harganya agak mahal, Rp. 42. 000, namun bobot pengetahuan di dalamnya terlalu sayang bila diabaikan. Apalagi buku ini juga dilengkapi dengan sekeping CD yang berisi langkah praktis untuk mempermudah dalam membuat milis. Kendati demikian, karena sifat dasar buku ini adalah panduan, maka gaya bahasa yang digunakan cenderung sangat menggurui. []

Judul Buku      : Panduan Menggunakan Milis Untuk Memenangkan Bisnis
Penulis : Arwin Soelaksono
Penerbit           : PT. Elex Media Komputindo, Jakarta
Cetakan            : Pertama, 2005
Tebal                 : xxiv + 184 halaman

*) Saiful Amin Ghofur, Kerani Taman Bacaan Matahati Krapyak Yogyakarta

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s