Mbah Wo Ethek

— guru, izinkan kuposting cerpenmu sebab rindu ini sekian lama membatu. dan, kau di sana tentu bergumam: gak popo, pul! aku yakin.

[…]

SAYA dan keluarga, biasa menyapanya dengan sebutan Mbah Wo Ethek. Tiap kali terdengar dari kejauhan suara: ethek…ethek…ethek…ethek, saya dan istri biasanya secara spontan langsung bersipandang, lalu mengucap: “Mbah Wo Ethek.”

Continue reading

Change Your Soul, Change Your Life!

TAK sedikit yang bilang, kecerdasan laduni sukar dicari. Alih-alih demikian, dalam terminologi klasik ditegaskan bahwa kecerdasan laduni adalah ilmu pemberian Tuhan yang diperoleh tanpa melalui proses belajar. Konsepsi ini lantas menafikan piranti metodologis kecerdasan, sehingga tak jarang mendorong timbulnya perilaku irasional, mistis, atawa klenik.

Continue reading

Obama, Pagi Kedelai Sore Tempe

OBAMA itu sihir dunia. Terpilihnya sebagai orang nomor wahid di negeri Paman Sam sekaligus meneguhkan diri sebagai presiden kulit hitam pertama di sana merupakan capaian gemilang karir politik yang susah dicari padanan. Dunia pun bersorai. Hatta menjalar ke Indonesia. Lebih-lebih lantaran Obama sempat mencecap nasi goreng, bakso, dan sederet menu kuliner khas nusantara selama beberapa warsa tinggal di daerah Menteng Dalam.

Continue reading

Menikmati Godaan Tuhan

“TUHAN, aku ingin berbicara dengan Engkau dalam suasana bebas. Aku percaya bahwa Engkau tidak hanya benci pada ucapan-ucapan munafik, tapi juga benci pada pikiran-pikiran munafik, yaitu pikiran-pikiran yang tidak berani memikirkan yang timbul dalam pikirannya, atau pikiran-pikiran yang pura-pura tidak tahu akan pikirannya sendiri.”

Itulah setangkup kegelisahan Ahmad Wahib dalam catatan harian Pergolakan Pemikiran Islam tertanggal 9 Juni 1969 yang bertudung “Tuhan, Maklumilah Aku”. Dalam larit-larit kalimat itu jelas membekas gurat-gurat kegalauan seorang pemuda kelahiran Madura terhadap nalar ketuhanan. Wahib tenggelam dalam sebuah renungan kelam di mana tidak sembarang orang berani menyelam ke sana.

Continue reading

Tjap Orang Jadzab

KEBANYAKAN tamu yang sowan ke Ndalem Gus Fadil selalu terpancang dengan sebuah stiker yang tertempel di pintu, sebuah gambar aneh yang dibawahnya terdapat tulisan Tjap Orang Jadzab.

“Maksudnya ‘orang jadzab’ itu apa tho, Gus?” demikian seorang tamu muda bertanya kepada Gus Fadil.

Continue reading

Jin Prewangan

SIANG itu, sepulang dari mengajar jam pertama dan kedua, belum sempat Gus Fadil beristirahat, dari pintu terdengar orang bersalam.

“Wa’alaikumsalam…” jawab Gus Fadil sambil keluar dari kamar.

“Oh, Bude Sri, monggo Bu, pinarak,” Gus Fadil mempersilahkan tamunya, “monggo Mas, silahkan duduk dulu.”

Continue reading

Zikir Mipil Jagung

SAYA termasuk beruntung, lantaran saya didaup Gus Fadil untuk nderekke beliau sekeluarga ke Kediri. Maka pada hari Jum’at, 26 Mei 2006, kurang lebih pukul 10 siang, kami berangkat ke Kediri. Hingga ketika azan shalat Jum’at terdengar, kami mampir ke masjid di daerah Sragen timur. Hal paling indah, adalah apa yang disampaikan Khatib di mimbar, agar manusia senantiasa mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama melalui zikir.

Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.