Muhammad Quraish Shihab

Dari sekian banyak karya Quraish, Tafsir al-Misbah merupakan mahakaryanya. Tafsir ini telah menempatkannya sebagai mufasir Indonesia nomor wahid yang mampu menulis tafsir Al-Qur’an 30 juz dengan sangat mendetail hingga 15 jilid/volume. Ia menafsirkan Al-Qur’an secara runtut sesuai dengan tertib susunan ayat dan surah.

Nasaruddin Umar

Nasaruddin Umar menempatkan diri sebagai salah satu mufasir Indonesia setelah disertasinya, Perspektif Gender dalam Al-Qur’an, dibukukan dengan judul Argumen Kesetaraan Gender, Perspektif Al-Qur’an. Buku ini diterbitkan oleh yayasan Paramadina pada tahun 1999.

Didin Hafidhuddin

Dalam Tafsir al-Hijri pertama kali dimunculkan tema-tema tertentu dalam beberapa ayat. Tema-tema tersebut terkadang dikupas dengan panjang lebar, terkadang juga pembahasannya sedikit. Pembahasan ini disandarkan pada keterangan ulama dan kreatifitas pemikiran Didin sendiri. Dengan cara demikian, jelas terlihat metode tematik dipakai dalam Tafsir al-Hijri. Gaya penulisan Tafsir al-Hijri menggunakan bahasa populer, sehingga enak dibaca dan mudah dipahami.

Jalaluddin Rahmat

Secara keseluruhan, pemikiran Jalal, baik yang disampaikan melalui media lisan maupun tulisan, memang menyengat dan tak jarang mengundang kontroversi. Ia berdiri di garda depan membela kaum lemah (mustad’afîn) yang dalam banyak hal kurang disukai oleh kaum tua. Apalagi ia juga memperkenalkan gagasan mazhab Syi’ah seperti pemikiran Ali Syariati, ath-Thabathaba’i, Mulla Sadra, dan Muthahhari. Maka wajar bila ia dituduh penyebar ideologi Syi’ah.

M. Dawam Raharjo

Dawam termasuk ilmuwan yang produktif. Sejumlah buku telah ia tulis. Misalnya, Esai-Esai Ekonomi dan Politik (1983), Transformasi Pertanian, Industrialisasi dan Kesempatan Kerja (1985), Perekonomian Indonesia: Pertumbuhan dan Krisis (1986), Perspektif Deklarasi Makkah: Menuju Ekonomi Islam (1993), Etika Bisnis dan Manajemen, Kapitalisme Dulu dan Sekarang (1986), Intelektual, Intelegensia, dan Perilaku Politik Bangsa (1992), dan Ensiklopedi Al-Qur’an, Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep-konsep Kunci (1996).

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.