Abu Hayyan Al-Andalusi

Al-Andalusi juga gemar berkelana menuntut ilmu ke berbagai tempat. Misalnya, Andalus, Afrika, Iskandariyah, Mesir, dan Hijaz. Di berbagai tempat itu ia berguru kepada tak kurang dari 450 ulama. Di antaranya adalah Abu al-Hasan ibn Rabi’, ibn al-Ahwash, al-Quthb al-Asqalani, asy-Syarf ad-Dimyathi, dan sebagainya. Dari mereka beragam disiplin ilmu dicerap. Contohnya, tafsir, hadis, qiraat, bahasa Arab, sastra, dan sejarah.

Al-Imam Ath-Thibrisi

Suatu ketika, ath-Thibrisi pernah jatuh pingsan dalam waktu yang lama. Mungkin mati suri. Oleh sebagian orang ia dikira telah meninggal dunia. Karena itulah, ia diperlakukan sebagaimana lazimnya jenazah: dimandikan, dikafani, disalati, dan dikuburkan.

Ibnu Athiyyah

Ibnu Athiyyah dianugerahi kecerdasan yang luar biasa. Karena itu, pelajaran yang diterimanya dengan mudah dihafalkan. Tentang hal ini, Imam as-Sayuthi dalam kitab Bughya al-Wu’ad berkata, “Ia orang yang mulia. Terlahir dari keluarga yang berilmu. Otaknya sangat cerdas. Bagus pemahamannya dan terpuji budi pekertinya.”

Ibnu Jazi

Ibnu Jazi memiliki obsesi ingin menjadi yang terunggul dan menguasai bidang syariat. Ia berkata, “Inginku adalah kesehatan dan kelapangan. Menggali ilmu syariat sedalam-dalamnya merupakan kesudahanku dalam hidup. Bagiku cukup sudah dunia yang menipu. Hidup yang nyaman ketika dahaga selalu terpuaskan.”

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.