Dengan meneguhkan niat membantu meringankan beban keluarga, di sela-sela kegiatan mengaji, Arief membuka warung meracang. Di warung itu, ia menjual beberapa kebutuhan pokok santri, semisal jagung dan beras. Usaha ini dijalankan dengan penuh ketekunan. Dengan prinsip asal tidak mengganggu waktu mengaji, ia sama sekali tak malu bila putra kiai kharismatik seperti dirinya harus berjualan di warung meracang.
5 April 2010
Categories: Tokoh . Tags: beratkulon, berdagang, jombang, kali brantas, kemlagi, kh. arief hasan, kh. hasyim asy’ari, kiai nu, mandiri ekonomi, mojokerto, pejuang, pesantren, pondok, roudlotun nasyi’in, saiful amin ghofur, santri, tebuireng . Author: Saiful Amin Ghofur . Comments: Leave a Comment