Keteladanan K.H. Ali Ma’shum

Kegemaran membaca ini menjadikan Kyai Ali sebagai seorang pemuda yang meski masih belia namun memiliki wawasan pengetahuan yang menua. Di antara sekian banyak ilmu yang dipelajari, agaknya ilmu Tafsir al-Qur’an dan ilmu Bahasa Arab sangat menyita perhatiannya. Fakta inilah yang kelak mengantarkan Kyai Ali tersohor di antara sedikit ilmuwan Indonesia yang fasih dan kompeten di bidang bahasa Arab. Sehingga banyak orang menyebut Kyai Ali sebagai “Munjid berjalan.”

Mengenal KH. Arief Hasan [9]

Kiai Arief begitu yakin bahwa pilihan ayah tercintanya adalah yang terbaik bagi dirinya, meski ia sendiri belum kenal siapa gadis yang akan ditabalkan sebagai pendamping hidup untuk menemani perjuangannya menegakkan syiar agama Islam. Bagaimana rupa, postur tubuh, dan kepribadian gadis itu, Kiai Arief sama sekali tidak tahu.

Mengenal KH. Arief Hasan [8]

Sadar akan hal itu, dengan sokongan moral penuh dari Kiai Hasan serta berbekal restu Hadratusy Syaikh Hasyim Asy’ari, Kiai Arief mulai merintis pesantren. Pada 1 April 1939 pesantren yang diberi nama Roudlotun Nasyi’in resmi berdiri. Terminologi ini diambil dari bahasa Arab. Secara harfiah roudloh berarti taman, dan nasyi’in berarti kaum muda yang tengah berkembang.

Mengenal KH. Arief Hasan [7]

Arief yang waktu itu baru menapaki usia 22 tahun sadar akan kondisi Beratkulon, terutama keberadaan madrasah diniyah itu. Sebagai “pendatang baru” ia paham terlibat langsung dalam madrasah diniyah bukan pekerjaan mudah. Tentu butuh proses adaptasi dan sosialisasi potensi diri. Dengan proses inilah Arief bisa menunjukkan eksistensi dirinya di tengah kultur dan dominasi kegiatan keberagamaan yang berpusat di madrasah diniyah masjid Beratkulon.

Mengenal KH. Arief Hasan [6]

Dengan meneguhkan niat membantu meringankan beban keluarga, di sela-sela kegiatan mengaji, Arief membuka warung meracang. Di warung itu, ia menjual beberapa kebutuhan pokok santri, semisal jagung dan beras. Usaha ini dijalankan dengan penuh ketekunan. Dengan prinsip asal tidak mengganggu waktu mengaji, ia sama sekali tak malu bila putra kiai kharismatik seperti dirinya harus berjualan di warung meracang.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.