Spirit lebaran itu di era kapitalisme industri saat ini tampaknya mengalami pergerseran. Lebaran acapkali dimaknai sebagai ajang unjuk kekuatan dengan pelbagai motifnya—ekonomi, sosial, dan citra diri misalnya. Betapa tidak, melampaui pertengahan Ramadan, pusat-pusat perbelanjaan modern dan tradisional mulai diranjingi pengunjung. Untuk menarik pembeli, diskon pun diobral setinggi-tingginya. Hatta, pengunjung pun meluber, bertumpah ruah.






