Puasa dan Konstruksi Moralitas Bangsa

Jadi, jelas ibadah puasa menjadi media bagi kita untuk mengaktualisasikan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan puasa moralitas konstruktif akan tertata sekaligus mengakhiri perilaku destruktif yang bisa mengancam eksistensi kemanusiaan kita. Pada gilirannya, puasa benar-benar akan mengantarkan kita sebagai insan kamil yang bertakwa (Q.S. 10: 62).

Zakat dan Kemaslahatan Umat

Kendati demikian, realitas yang bisa diamati dalam struktur sosial masyarakat kita dewasa ini adalah masih tingginya angka kemiskinan dan pengangguran. Tentu saja fakta ini tidak terlepas dari gelombang krisis ekonomi yang menghantam sendi-sendi perekonomian nasional di penghujung abad keduapuluh lalu. Dampak dari krisis ekonomi itu di dunia industri, misalnya, dapat dilihat dari banyaknya instansi perusahaan yang mengeluarkan surat pemutusan hubungan kerja (PHK) bagi sejumlah besar karyawannya. Pada akhirnya, jumlah korban PHK yang terus bertambah dan tidak diikuti dengan terciptanya peluang kerja menimbulkan pembengkakan angka pengangguran. Inilah jawaban kenapa jurang kemiskinan yang menelan kebanyakan rakyat Indonesia serasa kian menganga.

Meretas Teologi Ramah Lingkungan

Wawasan teologi umat Islam memandang masalah ibadah hanyalah yang berhubungan dengan ruang privat (bukan ruang publik). Bahwa pahala-dosa adalah berkaitan moralitas individual (bukan moralitas sosial). Bahwa ibadah yang wajib hanyalah yang berkenaan dengan ritual-individual (bukan sosial-komunal), dan seterusnya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.