“TUHAN, aku ingin berbicara dengan Engkau dalam suasana bebas. Aku percaya bahwa Engkau tidak hanya benci pada ucapan-ucapan munafik, tapi juga benci pada pikiran-pikiran munafik, yaitu pikiran-pikiran yang tidak berani memikirkan yang timbul dalam pikirannya, atau pikiran-pikiran yang pura-pura tidak tahu akan pikirannya sendiri.”
Itulah setangkup kegelisahan Ahmad Wahib dalam catatan harian Pergolakan Pemikiran Islam tertanggal 9 Juni 1969 yang bertudung “Tuhan, Maklumilah Aku”. Dalam larit-larit kalimat itu jelas membekas gurat-gurat kegalauan seorang pemuda kelahiran Madura terhadap nalar ketuhanan. Wahib tenggelam dalam sebuah renungan kelam di mana tidak sembarang orang berani menyelam ke sana.
Read More…
24 October 2010
Categories: Buku . Tags: ahmad wahib, catatan harian, galangpress, godaan tuhan, kebebasan berpikir, otokritik, saiful amin ghofur, tradisi islam, tuhan sang penggoda, wahibian . Author: Saiful Amin Ghofur . Comments: 1 Comment